Lebih mulia memendam dan menghijab perasaan daripada
mengeluarkannya tapi nanti larinya ke maksiat.
Yakinlah ada emas
diantara pasir, ada cahaya diantara kegelapan, ada yang #JOSH diantara yang
pacaran | #JOSH ~> JOmblo Sampai Halal
“Ketika yang lain
sibuk pacaran sana-sini | mari kita sibukkan diri ini dengan cara memantaskan
diri”
Kalau pacaran itu
ujung-ujungnya putus, putus silaturahim, benci, alergi mantan, dll.. so, kenapa
harus pacaran? #MariMemantaskanDiri
Tugas kita
sebagai penanti jodoh hanyalah memantaskan diri, bukannya sibuk pacaran
sana-sini.
“Yakini diri
sendiri bahwa jodoh itu di tangan Allah, nggak mungkin tertukar karena kita
diciptakan berpasang-pasangan, pantaskan diri sajalah”
Tentang siapa
jodoh kita? bagaimana bentuknya? kulitnya? wajahnya? nggak usah over menghayal
deh! pantaskan diri aja karena Allah Maha Adil.
“Ya benar,
memantaskan diri, bukan memaksiati diri”
Kalau ada yang
masih meragukan jodohnya dari Allah maka dia juga meragukan kematiannya, karena
sesungguhnya jodoh dan mati itu sama-sama rahasia Allah.
Masalah jodoh itu
sama dengan masalah rejeki, mesti di-ikhtiari untuk mendapatkannya, tentunya
bukan ikhtiar pacaran tapi memantaskan diri.
Jodoh itu Allah
yang memberi, tugas kita mempersiapkan diri, memantaskan diri untuk
menerimanya. Pacaran bukan caranya menerimanya.
Banyak diantara
kita yang ingin masuk surga tapi jalannya salah. banyak yang ingin jodoh yang
sholeh tapi diri sendiri belum soleh. #MariMemantaskanDiri!
Kita harus
menyiapkan wadah untuk menerima air yang lebih banyak, begitupula dengan jodoh,
kita harus seperti dia untuk menerimanya
Punya impian
memiliki jodoh yang sholeh nan alim tapi diri masih suka bermaksiat, gimana
bisa cocok? | #MariMemantaskanDiri
Emang pacaran
menjamin kalau itu udah jodoh dan sudah cocok buat kita? Tidakkan?! Hanya Allah
yg tau..
Mari memantaskan
diri, gak usah pacaran sana-sini, itu gak syar’i, biarlah Allah yang
menyeleksi, hanya Dia yang tau yang terbaik buat diri ini.
“Kalau yang lain
memandangmu sebelah mata karena kamu jomblo, maka pandanglah ia dengan seutuh
mata bahwa ku lebih mulia”
0 komentar:
Posting Komentar