Kejujuran adalah sifat yang tertanam dalam diri manusia untuk
menyampaikan suatu kenyataan tanpa ada tambahan maupun pengurangan sepatah kata
pun. Sifat ini sangatlah penting untuk bersosialisasi dengan sesama. Namun pada
kenyataannya, kejujuran sudah sangat tidak diperhatikan di masa ini. Bila dari
kecil sudah diajarkan untuk tidak jujur, maka akan seterusnya terbawa dalam
masa perkembangan dan menjadi kebiasaan buruk.
Lingkungan merupakan faktor utama yang memengaruhi tingkat kejujuran seseorang.
Lingkungan yang baik akan mencetak manusia-manusia yang baik, begitu juga
sebaliknya, lingkungan yang buruk dan dipenuhi oleh orang-orang yang tidak
jujur itulah, yang dapat menghasilkan orang-orang yang tidak jujur pula. Dalam
hal ini, peran orang tua sangat diperlukan karena pada masa anak-anak bahkan sampai remaja
pun masih mudah terombang-ambing, dalam artian masih dalam masa pencarian jati
diri dan masih sangat rentan terhadap hal-hal buruk seperti perilaku tidak
jujur.
Kejujuran itu
penting. Kejujuran itu mahal harganya. Kejujuran tidak dapat diperjual-belikan.
Orang-orang yang tidak jujur akan dikucilkan dari pergaulan, bahkan yang lebih
parah, mereka tidak akan dipercaya lagi oleh orang-orang disekitarnya.
Bayangkan bagaimana jika orang yang sangat kita percaya ternyata berbohong
kepada kita. Sekecil apa pun kebohongan yang ia perbuat, tetap akan terasa
menyakitkan. Dan bukanlah hal yang mudah untuk mengembalikan kepercayaan itu
lagi. Kalau pun dipercaya lagi, mungin tidak akan sepenuhnya.
Kejujuran memang pahit, dan mungkin inilah penyebab banyak orang
lebih memilih untuk berbohong. Mereka yang suka berbohong menyatakan bahwa,
"berbohong demi kebaikan itu hal yang wajar", alasan yang sangat
tidak masuk diakal, karena semua kebohongan memang untuk kebaikan. Sebagai
contoh, apabila kita melakukan kesalahan dan takut dimarahi orang tua, pastilah
kita berbohong demi kebaikan diri sendiri agar tidak dimarahi. Berbohong kepada
guru piket saat terlambat datang ke sekolah dengan alasan macet atau kendaraannya
mogok, supaya dibukakan pintu gerbang, juga merupakan tindak kebohongan untuk
kebaikan.
Menerapkan sikap jujur memang sulit, tetapi hal ini telah menjadi
tuntutan hidup, agar selalu berada di jalan yang benar. Memulai sikap jujur tentunya harus didasari niat dari diri sendiri. Dengan
kesadaran dari hati dan niat yang ikhlas, pasti sikap jujur akan tertanam dalam
diri kita dan tentunya hal ini akan membuat diri kita menjadi lebih baik lagi.
:)