Senja berubah warna menjadi kelabu, seakan berbahasa, menyatakan rindunya, pada ia yang dicinta. Turun bersama gemercik hujan, membasahi dedaunan rindu.
Kutemukan parasmu, sekelibat melintas. Ah, ilusiku berlebihan. Mana mungkin kau datang kepadaku saat sedang mengejar segenggam janji yang kau patri bertahun lamanya.
Sesaat teringat olehku pertemuan terakhir denganmu, ada yang terasa hilang dan terhempas dari jiwaku. Aku lunglai, melangkah gontai, saat sang rembulan menghampiri. Menatap binar dengan penuh harap kau sesegera mengabari.
Aku lelah menunggu!!! Aku rindu tatapan seteduh awan itu, aku rindu kasih seindah spektrum pelangi yang selalu kau tuangkan dalam hari - hariku.
Di bawah senja berselimut kelabu ini, hatiku merintih, memanggil namamu dengan penuh perasaan. Sungguh, walau telah kucoba hatiku sejenak tuk melupakanmu, nyatanya tak bisa kulakukan. Sosokmu selalu hadir merajai benakku dalam kegilaan mencari keberadaanmu.
0 komentar:
Posting Komentar