Ingin Ku goreskan mimpi suci dengan tinta emas di oase samudra keridhoan Allah.

Selasa, Desember 17, 2013

Nilai Sebuah Kejujuran

Kejujuran adalah sifat yang tertanam dalam diri manusia untuk menyampaikan suatu kenyataan tanpa ada tambahan maupun pengurangan sepatah kata pun. Sifat ini sangatlah penting untuk bersosialisasi dengan sesama. Namun pada kenyataannya, kejujuran sudah sangat tidak diperhatikan di masa ini. Bila dari kecil sudah diajarkan untuk tidak jujur, maka akan seterusnya terbawa dalam masa perkembangan dan menjadi kebiasaan buruk.
Lingkungan merupakan faktor utama yang memengaruhi tingkat kejujuran seseorang. Lingkungan yang baik akan mencetak manusia-manusia yang baik, begitu juga sebaliknya, lingkungan yang buruk dan dipenuhi oleh orang-orang yang tidak jujur itulah, yang dapat menghasilkan orang-orang yang tidak jujur pula. Dalam hal ini, peran orang tua sangat diperlukan karena pada masa anak-anak bahkan sampai remaja pun masih mudah terombang-ambing, dalam artian masih dalam masa pencarian jati diri dan masih sangat rentan terhadap hal-hal buruk seperti perilaku tidak jujur.
            Kejujuran itu penting. Kejujuran itu mahal harganya. Kejujuran tidak dapat diperjual-belikan. Orang-orang yang tidak jujur akan dikucilkan dari pergaulan, bahkan yang lebih parah, mereka tidak akan dipercaya lagi oleh orang-orang disekitarnya. Bayangkan bagaimana jika orang yang sangat kita percaya ternyata berbohong kepada kita. Sekecil apa pun kebohongan yang ia perbuat, tetap akan terasa menyakitkan. Dan bukanlah hal yang mudah untuk mengembalikan kepercayaan itu lagi. Kalau pun dipercaya lagi, mungin tidak akan sepenuhnya.
Kejujuran memang pahit, dan mungkin inilah penyebab banyak orang lebih memilih untuk berbohong. Mereka yang suka berbohong menyatakan bahwa, "berbohong demi kebaikan itu hal yang wajar", alasan yang sangat tidak masuk diakal, karena semua kebohongan memang untuk kebaikan. Sebagai contoh, apabila kita melakukan kesalahan dan takut dimarahi orang tua, pastilah kita berbohong demi kebaikan diri sendiri agar tidak dimarahi. Berbohong kepada guru piket saat terlambat datang ke sekolah dengan alasan macet atau kendaraannya mogok, supaya dibukakan pintu gerbang, juga merupakan tindak kebohongan untuk kebaikan.
Menerapkan sikap jujur memang sulit, tetapi hal ini telah menjadi tuntutan hidup, agar selalu berada di jalan yang benar. Memulai sikap jujur tentunya harus didasari niat dari diri sendiri. Dengan kesadaran dari hati dan niat yang ikhlas, pasti sikap jujur akan tertanam dalam diri kita dan tentunya hal ini akan membuat diri kita menjadi lebih baik lagi. :)
0

0 komentar:

Posting Komentar